Selasa, 03 April 2012

Splendid adu adrenalin lewat Arung Jeram..

Sabtu, 31 Maret 2012..

Pagi itu kami sepakat berkumpul di rumah Randy, di bilangan Stadion Klabat. Kami akan bepergian. Sudah dari jauh-jauh hari kami merencanakan untuk mengadakan suatu kegiatan, yang tentunya bertujuan untuk melepas penat dan kebosanan kerja. Lagipula sudah lama kami, anak-anak Splendid, tidak berkumpul dan melakukan sesuatu untuk sekedar refreshing bersama. Cerita bercerita, kami sepakat untuk melakukan sesuatu yang menggunakan nyali dan adrenalin, yaitu........ ARUNG JERAM..!!! Ya, sebagian besar dari kami belum pernah melakukan arung jeram atau biasa disebut Rafting. Hanya beberapa di antara yang sudah pernah, dan itu pun hanya sekali. Saya termasuk salah satu yang sangat antusias untuk melakukan kegiatan ini. Hanya melihat di televisi dan mendengar cerita teman-teman yang sudah pernah ber-rafting ria, makin menambah ketertarikan saya untuk melakukan olahraga yang mengundang adrenalin ini. Begitu juga dengan yang lain.

Saling menunggu untuk berkumpul, tepat pukul 12.00 siang kami langsung menuju ke Timbukar. Saya, Tra, Joy, Sakul, menumpang di mobil Yudha. Kami berlima berangkat duluan karena kami bermaksud untuk singgah makan di rumah makan Heng Mien di kawasan Tinoor. Maklum, kami semua belum mengisi perut dari rumah. Berkumpul dari pagi dan baru berangkat pada siang harinya tentu tidak bisa mengajak kompromi untuk urusan "kampung tengah". Kami semua berjumlah 16 orang, namun yang akan ikut rafting hanya 14 orang. Namun sayang, berkurang lagi menjadi 13 orang karena sewaktu di tengah jalan kami baru menyadari bahwa salah satu teman kami, Levy, ketinggalan di rumahnya. Sebelumnya yang kami tahu dia akan menumpangi mobil lain karena di mobil yang saya naiki sudah penuh. Yah, apa mau dikata, mobil kami sudah hampir setengah jalan. Tak mungkin kami berbalik arah karena memang sudah terburu waktu. Mungkin lain kali dia bisa ikut, toh ini bukan terakhir kali kami akan bepergian bersama.

Ada cerita lucu di balik perjalanan kami ke Timbukar, khususnya bagi kami berlima yang semobil. Karena hanya teman kami Sakul yang pernah pergi kesana, tentu saja kami berharap ia bisa menjadi penunjuk arah yang baik. Kira-kira setelah 1 jam setengah perjalanan, sudah termasuk waktu kami singgah makan, akhirnya kami sampai di desa Sonder. Hawa sejuk dingin langsung terasa. Maklum saat itu hujan masih turun rintik-rintik. Kejadian lucu itu pun terjadi. Bermula ketika kami menanyakan lokasi tujuan kami pada Sakul, dan ia menjawab bahwa Timbukar terletak ....... setelah desa Rambunan. Oh, kalau desa Rambunan saya tahu dimana. Maka setelah berada desa Sonder bawah, mobil pun langsung belok kanan memasuki sebuah lorong kecil dengan jembatan beton tua yang memotong sebuah anak sungai kecil. Perjalanan pun kami teruskan tanpa ada rasa curiga dan khawatir, jangan-jangan kami akan tersesat. Canda tawa mengiringi perjalanan kami ke Timbukar versi Sakul yang "melalui" desa Rambunan tersebut. Hutan kecil pohon Jati, kandang ayam dan kandang babi milik penduduk sekitar, hingga akhirnya sekitar 10 menit dari lorong yang kami masuki pertama, kami sampai di desa Rambunan. Mobil kami pacu perlahan karena jalanan yang bisa dibilang "belum terjamah" karena masih berbatu-batu. Kami kemudian bertanya kembali kepada Sakul, dimana lokasinya, namun dia hanya tertidur, dan hanya menjawab sekilas, "masih teruss lagi..". Karena sudah merasa tidak enak, kami lantas membangunkannya dan bertanya apakah ini jalan yang benar untuk pergi ke Timbukar, tapi dia seperti terkejut melihat jalanan yang asing baginya. Perasaan curiga itu pun mejadi nyata ketika kami menatap ujung jalan desa Rambunan yang sudah menyempit. Kami pun berniat menanyakan lokasi arung jeram Timbukar kepada penduduk yang kebetulan sedang duduk-duduk di sebuah warung. Dan apa jawab mereka? "..Odoohh, jaoh le. di Sonder bawah trus..dimuka sana..jangan belok kesini.." WTF?!!! SAKUUULLL... !!! Tak bisa memarahinya, kami berlima hanya tertawa terbahak-bahak. Menyadari bukan salah Sakul sepenuhnya, melainkan salah kami juga, kenapa tidak bertanya dari awal jika tidak yakin lokasinya dimana. Perjalanan kami pun tertunda hampir setengah jam untuk sampai ke Timbukar hanya karena kesasar. Mobil pun kami putar balik kembali menuju Sonder. Sepanjang jalan dari Rambunan ke Timbukar tak pernah sepi dari canda tawa kami berlima, sambil sesekali mengejek kecerobohan Sakul yang salah menunjuk jalan. Dasar Sakul, Sotooyyy!!!

Selepas desa Tincep, kami mulai disuguhi dengan jalan turunan berbatu. Sebelah kanan jalan adalah jurang, yang tandanya sungai sudah berada di bawah kami. Tiba-tiba....... wuuuuiiiihhhh... kereeeennn..!!!.

Sebuah air terjun besar nampak di kejauhan. Sangat indah. Baru kali ini saya melihat air terjun secara langsung. Lain dari itu tentunya hanya lewat televisi. Sekitar 5 menit dari pemandangan air terjun yang kami lewati tadi, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Sebuah jembatan dengan sungai berarus deras dibawahnya menyambut kami. Teman-teman yang lain rupanya sudah sampai duluan. Kami tiba di WARANEY RAFTING, milik salah seorang adventurer asal Sulawesi Utara, Frangky Kowaas. Dunia adventure Sulut dan Nasional tentu sudah sangat mengenalnya. Berbagai kegiatan ekstrim sudah pernah ia lakukan, seperti arung jeram, pendakian gunung, dan terjun payung, yang semuanya memberikan prestasi bagi daerah dan negara. Ya, sebuah pemandangan menakjubkan di depan kami. Sungai besar dengan arus yang sangat cocok untuk ber-arung jeram. Sungai yang akan kami lalui bernama sungai Nimanga, dan itu adalah salah satu sungai terbaik di Sulawesi Utara untuk melakukan kegiatan arung jeram. Kami lalu dibagi menjadi 5-5 orang per boat. Setelah diberikan sedikit instruksi penting oleh seorang skipper, kami lantas naik ke perahu masing-masing. Saya, Yudha, dan Sakul bersama-sama dengan 2 orang skipper. Perahu pun didorong ke tengah sungai mengikuti arus deras yang mengalir. Woooohhoooowwww.... sangat menyenangkan berada di atas perahu karet yang diombang-ambingkan derasnya arus sungai, sambil mengikuti instruksi-instruksi dari sang kapten. "..kiri maju.... kanan mundur.. hopp. maju.. maju cepat...".. ayunan dayung kami hempaskan ke air untuk mengontrol laju perahu. Berbagai jeram yang ada kami lahap satu per satu. Terhitung 3 orang teman kami yang jatuh ke sungai ketika melewati jeram-jeram beraliran deras, Cres, Lery, dan Brur. Sampai akhirnya karena perahu yang kami naiki tidak pernah terbalik, sang skipper dengan sengaja membalikan perahu kami hingga kami jatuh ke air. Hoooopppsss.....!!! Petualangan kami lanjutkan, sambil sesekali kami merapat ke pinggir sungai untuk bergantian mengambil foto. Hampir 2 jam setengah kami mendayung, tiba saatnya sang skipper menginstruksikan untuk berhenti sejenak. Kami diberi instruksi untuk berpegangan kuat pada tali yang ada di perahu karet sambil mengatur posisi badan kami di dalam perahu. Kami akan melewati jeram terbesar di jalur 1 sungai Nimanga ini. JERAM GOODBYE.!!! Sesuai dengan namanya, jeram ini memang menandai berakhirnya petualangan rafting kami, dan.......... seolah-olah akan mengucapkan "selamat tinggal" kepada kami semua.. Oohhh, nooo..!!! Jeram itu masih beberapa meter di depan kami, namun adrenalin sudah naik sampai ke ubun-ubun. Perahu karet pertama............. woooouuuwww.. deeeshhh,,byurrshh.. lewat dengan selamat. Begitu juga dengan perahu kedua dan ketiga. Tibalah saatnya bagi perahu yang saya naiki.. Wooooooooouuuuuwww... jesshhh..brruuussshhh..buufffhhhh...  hoorraayyy... kami berhasil melewati jeram Goodbye.. jeram yang dikenal cukup berbahaya karena jatuhannya yang sampai 3 kali. Aaahhh... lega rasanya. Mendayung pelan kami melalui aliran air yang tenang sambil sesekali menghentak air dengan dayung agar pancaran airnya sampai ke perahu sebelah. Tawa ceria menghiasi sisa dayungan kami sore itu. Uang senilai Rp.150,000 terbayar lunas dengan pengalaman yang tak terlupakan tersebut. Kami sepakat, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami akan kembali ke Timbukar, menantang adrenalin kami untuk sekali lagi, bahkan berkali-kali lagi. Thanks for all Skippers of Waraney Arung Jeram.!!! Wait us..!!!


Kamis, 23 Februari 2012

Bob Marley Quotes



“You may not be her first, her last, or her only. She loved before she may love again. But if she loves you now, what else matters? She's not perfect - you aren't either, and the two of you may never be perfect together but if she can make you laugh, cause you to think twice, and admit to being human and making mistakes, hold onto her and give her the most you can. She may not be thinking about you every second of the day, but she will give you a part of her that she knows you can break - her heart. So don't hurt her, don't change her, don't analyze and don't expect more than she can give. Smile when she makes you happy, let her know when she makes you mad, and miss her when she's not there.”
― Bob Marley

 “He’s not perfect. You aren’t either, and the two of you will never be perfect. But if he can make you laugh at least once, causes you to think twice, and if he admits to being human and making mistakes, hold onto him and give him the most you can. He isn’t going to quote poetry, he’s not thinking about you every moment, but he will give you a part of him that he knows you could break. Don’t hurt him, don’t change him, and don’t expect for more than he can give. Don’t analyze. Smile when he makes you happy, yell when he makes you mad, and miss him when he’s not there. Love hard when there is love to be had. Because perfect guys don’t exist, but there’s always one guy that is perfect for you.”
― Bob Marley

“Life is one big road with lots of signs. So when you riding through the ruts, don't complicate your mind. Flee from hate, mischief and jealousy. Don't bury your thoughts, put your vision to reality. Wake Up and Live!”
― Bob Marley

“Who are you to judge the life I live?
I know I'm not perfect
-and I don't live to be-
but before you start pointing fingers...
make sure you hands are clean!”
― Bob Marley


Rabu, 22 Februari 2012

Istilah-istilah Dalam Memancing

Istilah-istilah dalam dunia mancing
  1. Angler = Pemancing.
  2. Strike = Umpan disambar ikan.
  3. Ngetrik = Pelampung bergoyang seperti mesin jahit ketika umpan di makan ikan.
  4. Backlash = Kusutnya line pada reel akibat salah casting (melempar) bait.
  5. Chumming; chunking = Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu waktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan andalah, kalau umpan yang baru anda lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah hilang diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak, kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.
  6. Drifting = Drifting (berhanyut) pada dasarnya adalah “slow trolling”. Drifting membuat kita dapat memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlawanan arah kapal mungkin tidak akan bergerak. Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup & si kapten mengatur kecepatan & arah bergerak kapal. Kenapa perlu berhanyut? Ada beberapa alasan: – Lokasi yang ingin di cover luas dan waktu mancing terbatas – Laut terlalu dalam & tidak praktis menggunakan jangkar – Target ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa diundang ke “atas”, dan dasar laut adalah wreck (kapal tenggelam), bukit/ lembah bawah laut, bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc.
  7. Mancing Dasaran (Bottom Fishing) = Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, karena apa yang dilakukan adalah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut karang) dengan harapan bahwa ikan-ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing.
  8. Ngoncer = Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (Live Bait). Teknik ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap swivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kawat nikelin sepanjang 10 cm. Umpan yang digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat (tohor), sambil menunggu ikan pamangsa.
  9. Trolling (Tonda) = Teknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open Reel) yang cukup kuat dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot. Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan ikan seperti Tenggiri dan Wahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang.
  10. Casting = Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan di atas kapal yang sedang berhenti/ jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping, lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh karena itu cara mancing seperti ini termasuk Popping dan Jigging dikategorikan sebagai Sportfishing.
  11. Surf Casting = Teknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman di daerah Yogya teknik mancing ini disebut PASIRAN.
  12. Rock Casting = Teknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.
  13. Popping = Teknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. Tetapi teknik Popping menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang disambung. Teknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri dari 2 jenis. Yang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok. Chugger ini bila disentak sewaktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus.
  14. Jigging = Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil (metal jig lure) yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas.
  15. Mancing Garong = Cara mancing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” karena menggunakan sejenis mincing yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing “Garong”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini biasanya menggunakan joran tegek yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya antara 4 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m.
  16. Fly Fishing = Ini adalah salah satu teknik unik mancing. Dikembangkan oleh seorang bangsawan dari Inggris. Namun ada yang menyebutkan bahwa fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada jaman Romawi kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly. Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly (serangga). Artificial flies ini bisa terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing dapat dimainkan di freshwater maupun saltwater.
  17. Galatama = Istilah Galatama di ambil dari Sepakbola, yang intinya adalah Lomba yang memperebutkan Juara Peringkat. Jadi Mancing Galatama adalah mancing dengan target menjadi Juara dalam pertandingan mancing. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak dibawa pulang.
  18. Mancing Harian = Mancing satu harian penuh dengan mebayar uang sewa kolam/tiket.
  19. Lomba Mancing Harian = Mancing ini biasa disebut mancing Lomba dan juga memperebutkan Juara Peringkat namun di adakan 1 hari penuh dari pagi hingga sore hari biasanya antara pukul 09.00 s/d 16.00. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan Juara Prestasi (Total tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya dibawa pulang.
  20. Mancing Kiloan = Mancing dengan sistem memancing terlebih dahulu lalu menimbang perolehan ikan yang terpancing dan membayar sebesar apa yang diperoleh berdasarkan satuan kilogram. Hasil pancingna dibawa pulang.
  21. Kilo Gebrus = Mancing ini khas Jawa Barat mulai dari Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi sampai Subang, Garut, dan Tasik. Sistemnya adalah pemancing menurunkan beberapa kilo ikan kedalam kolam baru dilakukan memancing. Ikan dibawa pulang.
  22. Gaplean = Mirip seperti Kilo Gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil pancingan tertentu.
  23. Mancing Borongan = Memancing dengan sistem memborong satu kolam. Biasanya dilakukan tawar menawar terlebih dahulu antara pemancing dan pemilik kolam. Ikan bisa di pancing sepuasnya satu harian. Atau bahkan bila perlu di kuras airnya (dibedah).
  24. Hand line =  Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan. Namun tetap pake line dan mata pancing.
  25. Ngotrek =  Adalah mencari ikan untuk umpan mancing itu sendiri. Biasanya rangkaian ngotrek itu terdiri dari beberapa matakail kecil yang berderet (renceng). Target ikan: selar, tembang, layang, como, kembung, sangir.
  26. Jeblug = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung, setu, kali dll.
  27. Neger = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di pinggir danau, embung, setu, kali dll.
  28. Mancing Lobang = Teknik khusus untuk mancing Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan wajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun memakai pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai pengganggu sarang karena ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang.
  29. Ngoyor = Mancing dengan setengah badan berendam air.
  30. Nyengked = Mancing dengan cara menggaet ikan bisa di badan, di ekor, di sirip atau pun di insang, yang jelas mancingnya tidak hook-up.
  31. Ngurek = Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing langsung ke dalam lubang yang diperkirakan ada belutnya. Cilakanya sering malah dapat ular.
  32. Mancing Rawe/Rawai = Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yang sangat banyak, biasanya puluhan sampai ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakulkan oleh nelayan.
  33. Mancing Layang-layang = Mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang.
  34. Mancing Huhate = Mancing dengan joran bambu/kayu yg di lakukan dengan bantuan siraman umpan hidup dan siraman air. Matakail tidak diberi umpan tapi diberi kertas timah (rokok) cara memancingnya hanya menggaet ikan yang sedang dichumming. Biasanya pemancing duduk berkelompok deret di buritan kapal. Mancing ini biasanya dilakukan untuk mancing ikan cakalang, tuna kecil, tongkol.
  35. Big Game Fishing Tournament = Turnamen ikan-ikan besar, dilakukan di laut dalam dan biasanya ikan utama yang menjadi sasaran adalah jenis marlin atau layaran.
  36. Billfish = Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan layaran.
  37. Tackle = Peralatan mancing.
  38. Rod = Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional seperti dari bambu sampai yang grafit.
  39. Tegeg/Negeg = Joran panjang dan ramping tanpa menggunakan reel. Tegeg ada yang 1 piece atau yang berbentuk antena.
  40. Reel = Ril, alat penggulung, bisa berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.
  41. Drag = Rem pada ril penggulung.
  42. Baitcaster = Perangkat memancing (reel) khusus untuk casting.
  43. Kenur = Benang pancing, bisa berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat banyak).
  44. Leader = Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya agar lebih tahan terhadap gigi dan perlawanan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kawat atau monofilamen.
  45. Hook = Mata kail.
  46. Hook Up = Kail menancap di mulut ikan.
  47. Rigging = Rangkaian kail pada umpan.
  48. Jighead = Mata kail yang dilengkapi bandul timah di ujung kepalanya. Matakail ini khusus untuk lure soft plastik dan worm.
  49. Konahead= Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
  50. Rapala= Sejenis merek umpan tiruan menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna, tenggiri, atau kuwe. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.
  51. Fishing Boat = Kapal mancing.
  52. Outrigger = Tiang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur agar tidak berimpitan.
  53. Wireman = Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan mendekatkan ke pinggir kapal.
  54. Spot = Titik dimana target ikan terlihat atau terdapat.
  55. Fish finder/ Depth sounder = Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder ini terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berguna untuk menampilkan hasil gambar dasar laut.
  56. GPS = Ground Positioning System, peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu tempat tertentu. Biasa dipakai pemancing untuk mencari tandes ikan atau lokasi yakannya.
  57. Hotspot = Tandes atau lokasi yang biasanya merupakan tempat berkumpulnya ikan, biasanya berbentuk karang menonjol di dasar laut.
  58. Tag = Label yang ditancapkan pada ikan berisi informasi nomor tag dan alamat lembaga resmi yang mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai informasi mengenai keterangan tentang spesies ikan, perkiraan panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke lembaga yang mengeluarkan tag tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola informasi labeling ikan berparuh adalah The Billfish Foundation.
  59. Tag & Release = Label lalu Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, lalu dilepaskan kembali. Istilah ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), walaupun tidak tertutup kemungkinan penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu dari kemusnahan.





(Berbagai sumber)



Mancing Ikan Mas..

Mau mancing ikan Mas? ketahui dulu hal-hal kecil berikut ini..

Ukuran Mata Kail Untuk Mancing Ikan Mas

Ukuran Mata Kail Untuk Mancing Ikan Mas
Ada beberapa kekeliruan para pemancing ikan mas dalam memilih mata kail, adapun target dan sasaran ikan buruannya berbeda-beda, ikan yang biasa dilepas dikolam harian biasanya sekitar sekilo tiga ekor. Namun banyak yang menggunakan kail ukuran besar atau kurang sepadan, kekurangan kail ukuran besar untuk ikan yang sekilo tiga ekor yaitu:
  • Umpan banyak terbuang dan agak lama bila dimakan ikan
  • Bila di makan ikan agak susah kenanya karena mulut ikan dengan umpan sama besarnya
  • Apabila kena hanya tipis dan keseringan ikan terlepas/ mocel
Ada baiknya jika mancing kolam harian kail yang digunakan berukuran sedang 6/0 atau 7/0 jika ada ikan supernya bolehlah kita menggunakan kail 8/0.
Jika anda ingin menggunakan kail yang sedang dalam perlombaan ikan mas gunakan kail bernomor 8/0 karena biasanya ikan yang dilepas sewaktu lomba lebih besar dibanding kolam harian dan juga kail bernomor 8/0 bisa untuk ikan besar siapa tau supernya makan umpan anda.
Untuk para pemancing biasakan menggunakan kail lebih dari dua, agar kita bisa lebih mudah mengontrol umpan dan mengganti umpan di mata kail yang ada dipancing. Jangan tergesa-gesa untuk membuka ikan karena bisa jadi tangan kita terkena kail dan sedikit bagi-bagi pengalaman. Biasakan bawa gunting kuku diperalatan pancing kita.
Bila tangan kita tertancap mata kail yang pertama kita perhatikan adalah mata kail yang terkena tangan kita cepat-cepat kita putuskan/ gunting. Ikat kuat dengan tali tangan yang terkena mata kail dan ingat jangan panik. Lalu minta tolong yang punya pemancingan untuk menarik kail keluar dengan tang atau siapa saja. Tenang saja kail yang terkena tangan tidak beracun pakailah batu es untuk luka cepat berhenti, tutupilah dengan handiplast agar tidak terkena debu.








(umpanikanmas.com)

Teknik-teknik Mancing di laut..

Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Memancing dari daratan (Inshore) dan Memancing di tengah laut (Offshore):

Memancing dari daratan (Inshore):
Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:

1. Surfishing (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti spinning adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.

2. Pierfishing (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang. Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.

3. Rockfishing (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.


Mancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:
1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.

2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.

3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.

4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.

5. Trolling (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.





(Berbagai sumber)



Selasa, 21 Februari 2012

a little thing about Siberian Husky

Kalau anda pernah menonton film Eight Below yang diperankan oleh Paul Walker (Fast&Furious) dan bercerita tentang keadaan di daerah bersalju, anda pasti tahu ras anjing yang satu ini. Ya, Siberian Husky. Anjing yang satu ini termasuk dalam jenis anjing ras berukuran medium dan berbulu tebal, tidak ganas, bahkan terlalu baik dan manja terhadap manusia. Ras ini sekilas mirip serigala, mungkin juga diperkirakan terjadi karena hasil persilangan alam.

Aslinya ras ini dikembangkan oleh masyarakat Chukchi di daerah Asia timur laut sebagai anjing penarik kereta untuk membawa beban. Tahun 1909, pertama kalinya sejumlah anjing ini dibawa ke Alaska untuk bertanding dalam pertandingan jarak jauh seluruh Alaska. Dan disanalah ketahanan tubuh dan kecepatan lari anjing dari Siberia ini mulai dikenal.

Pada musim dingin di Tahun 1925, ketika demam Diptheria melanda kota Nome, suatu daerah terpencil di Alaska, tim estafet anjing ini membawa serum penyelamat hidup manusia dari daerah Neana yang jaraknya cukup jauh. Usaha keras bersemangatkan kepahlawanan dari para pengendara dan anjingnya ini mendapatkan penghargaan nasional. Salah satu pengendara, Leonhard Seppala, membawa tim Siberian Huskynya, keturunan asli yang diimport dari Siberia, ke Amerika Serikat dalam perjalanan pertunjukan pribadinya. Ketika di Inggris, dia bertanding dalam pertandingan anjing penarik kereta dan sekali lagi membuktikan kekuatan dari Siberian Husky yang mengalahkan anjing-anjing lokal lainnya. Negara Inggris memberikan penghargaan pengakuan terhadap anjing ras ini pada Tahun 1930 dan Klub Siberian Husky didirikan di Amerika Tahun 1938.

Siberian Husky memiliki sifat yang menyenangkan. Dia sangat mesra. Watak yang lembut dan bersahabat ini mungkin terjadi sebagai warisan masa lalu, sejak masyarakat Chukchi memelihara anjing-anjing ini dalam penghargaan yang besar. Mereka merumahkan anjing-anjing ini dalam perlindungan keluarga dan mendorong anak-anak mereka untuk bermain bersamanya. Sekarang ini, sangat mempesona untuk mengamati bagaimana Siberian Husky dan anak-anak saling memiliki satu sama lain. Siberian Husky sangat waspada, gemar menyenangkan dan mudah menyesuaikan diri. Tingkat kecerdasannya telah dibuktikan, tetapi jiwa merdekanya setiap waktu menantang kecerdikan manusia. Kemampuan serba bisanya membuat dia menjadi teman yang serasi bagi manusia pada semua umur pada berbagai kesukaan.


Husky penarik kereta
Snowy mountain Siberian Husky



 
(Berbagai sumber)

Minggu, 19 Februari 2012

Eksis kembali..

Sabtu, 11 Februari 2012..

Sore itu, saya sedang tak melakukan apa-apa. Xeon warna putih-merah sudah selesai kucuci. Asal tahu saja, semenjak motor itu kubawa ke tempat cuci motor yang tidak becus mencuci, -bagian bawah spatbor masih berlumpur-, motor yang kubeli dengan uang sendiri itu  -walaupun mencicil, he10x, selalu kucuci sendiri. Saya tidak mau orang lain melakukan sesuatu asal-asalan saja terhadap barang milik saya. Suatu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan. Membayar sesuatu untuk mendapatkan setengahnya saja. (-_-")
Seketika saya menoleh ke garasi, terparkir sebuah mobil Kijang SSX EFI keluaran tahun 2000. Mobil yang sehari-harinya menemani saya semenjak masih kuliah di Unklab, Airmadidi. Mobil ini dapat dikatakan sangat bersejarah sekali. Banyak kejadian yang pernah dialami, salah satunya adalah ketika mobil ini mengalami kecelakaan pada Mei 2001 yang menewaskan Om saya. Ia mengendarai mobil yang dahulunya  berpelat merah dalam keadaan mabuk, depresi karena berantem dengan pacarnya. Waktu itu ia masih berumur 21 tahun. ..... sesuatu yang tak berhubungan dengan blog ini, bukan?.. hhmm.. Oh,ya. Mobil ini sudah 3 kali berganti warna semenjak di-Dem. Awalnya berwarna merah tua metalik, cream, kemudian yang terakhir berwarna coklat tua metalik. Saya yang memilih untuk dicat seperti itu, karena saya memang menyukai warna coklat. Hhmm, dipikir-pikir sebenarnya mobil itu bukan berwarna coklat. Di siang hari bisa terlihat berwarna abu-abu tua, sore hari terlihat berwarna coklat tua, dan ketika malam atau kondisi gelap dapat terlihat berwarna hitam. Itulah alasan mengapa saya sangat tertarik dengan mobil ini. Selain itu, mesinnya juga masih sangat oke walaupun sudah berumur hampir 12 tahun. Ah, sudah terlalu lama kubercerita tentang sejarah mobil tersebut. Kuputuskan untuk mencuci mobil itu karena abu sudah menutupinya. Hampir jam 5, mobil itu sudah terlihat mengkilap. Hari ini, mobil dan motor sudah bersih kucuci. Tinggal dipilih, mana yang akan kupakai untuk bermalam minggu.

PING!!! BB-ku berbunyi. Begitu kubuka, ternyata BBM dari Greg, teman dekatku yang juga tandem ketika kami masih kejar-kejaran mobil di ringroad untuk menuju ke kampus. Kebetulan ia satu kampus denganku dulu. Ia mengajakku untuk menemani pergi mengambil mobilnya yang sedang di-cutting sticker. Kuulangi, cutting-sticker..! Saya pun langsung meng-iyakan. Kebetulan kami juga sedang memesan sticker untuk klub mobil kami. Klub yang telah berumur 7 tahun lebih, yang bermula ketika kami masih duduk di bangku SMA. Saya pun bergegas mandi, dan kami sepakat untuk bertemu di tempat cutting-sticker milik Angky tersebut. Dengan menggunakan mobil saya langsung menuju ke tempat yang dimaksud. Sesampainya disana, saya tersenyum. Ya, mobil sedan Toyota Great Corolla lansiran '92 berwarna merah kini telah berhias cutting-sticker tokoh kartun yang sangat terkenal. HELLO KITTY..!!! Hahahaha, tak kusangka begitu cintanya sahabatku itu kepada pacarnya sehingga ia rela mengubah penampilan mobilnya yang semula terlihat sangat kental beraliran racing menjadi girly. Memang, Pingkan sangat menyukai kucing animasi asal Jepang tersebut. Apalah mau dikata, saya juga mendukung keputusannya tersebut. Lagipula mobilnya tidak terlihat norak, malahan kami menjuluki mobilnya "Kitty Racing".

(Sebenarnya bukan hal-hal diatas yang menjadi inti tulisan ini. Namun dimulai dari sekarang.....)

Gocap, sapaan Angky, kemudian mengeluarkan beberapa lembar sticker sepanjang 1 meter. Sticker itu bertuliskan SPLENDID. Dengan logo yang sudah kami desain sedemikian rupa, kami tetapkan untuk menjadikan itu sticker terakhir bagi klub kami. Sementara Gocap mengukur-ukur kaca mobil untuk ditempeli, teman-teman yang lain mulai berdatangan, memarkir mobil mereka di jalan sempit yang hanya bisa dilalui oleh 1 mobil saja. Kira-kira hampir setengah jam mobil kami bergantian masuk ke garasi tempat Gocap bekerja, kaca depan bagian atas mobil kini telah resmi terpampang sebuah tulisan besar. Tanda kebesaran klub kami. Klub yang telah berdiri selama hampir 8 tahun. Klub yang didirikan oleh persahabatan dan rasa saling menghormati. Sebuah klub yang bermula dari kumpulan anak-anak SMA, yang kini telah berubah menjadi salah satu komunitas yang dikenal dan disegani di kota Manado. Klub yang pernah vakum dari keramaian dan hingar-bingar malam kota Manado. SPLENDID. Begitulah orang-orang yang eksis di dunia otomotif maupun orang awam menyebut kami. Manado, kini kami eksis kembali.. Viva La Splendid..






This is Me

Foto saya
a proud father of Hazel Maryjade.. husband of Christy.. a Juventus tifosi, Siberian Husky's seeker, Bob Marley fanatic, member & co-founder of SPLENDID.. an ordinary people with extraordinary life.. so don't be surprised if my blog is filled with life experiences and the things i like most..